BUMDes Embalut Terkendala Birokrasi, Kades Minta Proses Dipermudah

Kades Embalut, Yahya. *(ADV Diskominfo Kukar/nr)

Wishindonesia.id, TENGGARONG – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Embalut masih menemui berbagai kendala, terutama terkait birokrasi yang dinilai terlalu panjang dan berbelit. Kepala Desa Embalut, Yahya, menyoroti sejumlah program usaha desa yang tersendat akibat lambatnya proses administrasi di tingkat kabupaten.
“Sebagai contoh, pengadaan dispenser untuk Pertades hingga kini masih terhambat. Prosedur yang panjang membuat implementasi program menjadi sulit, sementara masyarakat menunggu manfaatnya,” ungkap Yahya, Selasa (5/3).
Selain itu, rencana pengembangan usaha perikanan melalui keramba ikan yang berpotensi memberikan keuntungan hingga Rp30 juta per bulan juga masih terkendala kurangnya dukungan dari pemerintah kecamatan.
“Kami melihat potensi usaha besar di BUMDes, tetapi masih minim dukungan dari pemerintah daerah. Seharusnya, dana desa bisa lebih diarahkan untuk usaha produktif, bukan hanya belanja rutin yang dampaknya kurang signifikan bagi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Yahya, jika regulasi dan birokrasi yang menghambat bisa disederhanakan, maka BUMDes bisa berkembang lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Desa Embalut berencana mengajukan laporan resmi kepada pemerintah daerah guna memastikan pengelolaan dana BUMDes berjalan sesuai aturan serta memberi manfaat bagi warga. (*)







