Desa Embalut Genjot PADes Lewat Kerja Sama dengan Perusahaan Hauling

Kantor Desa Embalut. *(ADV Diskominfo Kukar/nr)

Wishindonesia.id, TENGGARONG – Pemerintah Desa Embalut semakin serius dalam menggali potensi sumber pendapatan desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Salah satu strategi yang kini diandalkan adalah kerja sama dengan perusahaan pengelola jalan hauling, yang terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian desa.
Kepala Desa Embalut, Yahya, mengungkapkan bahwa sektor ini sebelumnya belum begitu tergarap secara maksimal. Namun, setelah dilakukan evaluasi dan optimalisasi kerja sama, pemasukan desa meningkat cukup signifikan.
“Saat ini, PADes kami mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun dari kerja sama dengan perusahaan hauling. Ini adalah potensi besar yang terus kami kembangkan,” ujar Yahya, Selasa (5/3).
Selain mengandalkan pemasukan dari sektor hauling, Pemdes Embalut juga pernah mencoba mengembangkan Pertades (Pertamina Desa). Namun, upaya tersebut terhambat oleh birokrasi perizinan yang berlarut-larut hingga lebih dari dua tahun, sehingga proyek tersebut belum dapat terealisasi secara optimal.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Pemdes Embalut tetap menargetkan peningkatan PAD hingga Rp2 miliar per tahun. Yahya bahkan mengaitkan pencapaian ini dengan masa jabatannya sebagai kepala desa.
“Saya pernah berjanji kepada masyarakat bahwa jika PAD bisa mencapai Rp2 miliar secara berkelanjutan, saya siap mundur karena merasa sudah cukup berhasil dalam meningkatkan ekonomi desa,” tegasnya.
Dengan meningkatnya pendapatan desa, pemerintah berencana memperluas pembangunan infrastruktur serta menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Harapannya, peningkatan PAD dapat berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Ke depan, Yahya berharap kerja sama dengan perusahaan hauling bisa terus diperkuat, sekaligus membuka peluang baru dari sektor lain yang dapat menyumbang PAD secara berkelanjutan.
“Kami ingin Embalut menjadi desa yang mandiri secara ekonomi. Dengan diversifikasi sumber pendapatan, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sektor saja,” pungkasnya. (*)







