Ketimpangan Ekonomi di Sebulu, Warga Pesisir Kesulitan Bangkit

0

Kasi Kesra Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin. *(ADV Diskominfo Kukar/nr)

Share Now

Wishindonesia.id, TENGGARONG – Ketimpangan ekonomi di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih menjadi tantangan besar. Sementara wilayah hulu terus berkembang dengan sektor perkebunan dan pertambangan, daerah pesisir justru mengalami stagnasi akibat banyaknya perusahaan yang gulung tikar dalam beberapa tahun terakhir.

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin, menyatakan bahwa secara umum perekonomian masih stabil, tetapi pertumbuhannya tidak merata. “Ketimpangan ini nyata, terutama bagi warga pesisir yang kehilangan sumber penghasilan akibat lesunya sektor industri,” ujar Nurul.

Penutupan perusahaan di wilayah pesisir menyebabkan banyak tenaga kerja bermigrasi ke daerah lain yang masih memiliki peluang ekonomi. “Mereka berpindah ke wilayah hulu, di mana sektor perkebunan dan pertambangan masih aktif beroperasi,” tambahnya.

Sebagian besar warga Sebulu menggantungkan hidup dari pertanian, peternakan, dan perikanan. Namun, sektor ini pun tidak lepas dari tantangan, terutama terkait modal dan akses pasar yang masih terbatas.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kecamatan menggagas program pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal bagi usaha kecil. “Kami berharap program ini dapat memberi solusi bagi warga yang terdampak agar mereka memiliki alternatif mata pencaharian yang lebih stabil,” ungkap Nurul.

Selain itu, bantuan sosial dari Baznas dan instansi terkait terus digulirkan untuk membantu warga yang kehilangan pekerjaan. Pemerintah kecamatan juga membuka kerja sama dengan berbagai pihak agar program pemberdayaan lebih optimal.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap ketimpangan ekonomi di Sebulu dapat dikurangi, sehingga seluruh warga dapat menikmati kesejahteraan yang lebih merata,” pungkas Nurul. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *