Pertanian Loa Raya Masih Bergantung Cuaca, Irigasi Permanen Diperjuangkan

0

Kades Loa Raya, Martin. *(ADV Diskominfo Kukar/nr)

Share Now

Wishindonesia.id, TENGGARONG — Pertanian di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, belum sepenuhnya berjalan maksimal akibat belum tersedianya sistem irigasi permanen. Kondisi ini membuat aktivitas pertanian masih sangat dipengaruhi oleh curah hujan.

Kepala Desa Martin menjelaskan bahwa sebagian besar lahan pertanian di desanya menggunakan sistem tadah hujan. Artinya, masa tanam hanya bisa dilakukan ketika musim hujan tiba, sementara saat kemarau, sebagian besar sawah dibiarkan tidak digarap.

“Kalau tidak hujan, air tidak ada. Kalau hujan berlebihan, malah banjir. Petani kesulitan mengatur jadwal tanam,” ujar Martin.

Saat ini, satu Gapoktan dan beberapa kelompok tani masih aktif bertani, namun hasil produksi tidak bisa optimal. Pemerintah desa telah mengusulkan pembangunan saluran irigasi dan pompa air kepada Dinas PU Kukar.

“Kami harap tahun depan sudah ada pembangunan irigasi. Ini sangat mendesak,” katanya.

Selain itu, desa juga membutuhkan alat pertanian modern seperti traktor, mesin tanam, dan alat perontok padi. Martin menilai, dengan kombinasi infrastruktur dan alat yang memadai, produktivitas bisa ditingkatkan dua hingga tiga kali lipat.

“Kalau petani sudah dibekali alat dan air tersedia, hasil panennya pasti jauh lebih baik,” tambahnya.

Pemerintah desa juga berencana menggelar pelatihan bagi petani mengenai pola tanam terpadu dan pengelolaan air. Tujuannya agar mereka lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi lahan.

“Kami ingin petani lebih tangguh dan mandiri. Jangan sampai terus bergantung pada faktor alam,” jelas Martin.

Martin menegaskan bahwa sektor pertanian harus tetap menjadi pilar utama ekonomi desa meski sektor perikanan mulai berkembang.

“Kami ingin dua sektor ini tumbuh beriringan. Pertanian harus terus kita perkuat,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *