Pokdakan Loa Raya Diarahkan Mandiri, Distribusi Tak Lagi Bergantung Tengkulak

0

Kades Loa Raya, Martin. *(ADV Diskominfo Kukar/nr)

Share Now

Wishindonesia.id, TENGGARONG — Ketergantungan pada tengkulak dalam proses pemasaran hasil perikanan mulai dirasakan sebagai hambatan bagi perkembangan Pokdakan di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang. Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Desa kini mendorong terbentuknya sistem distribusi yang lebih mandiri.

Kepala Desa Martin mengungkapkan bahwa dari 15 Pokdakan yang ada, hampir seluruh hasil panen ikan nila dan ikan mas dijual melalui tengkulak yang datang dari luar daerah seperti Samarinda dan Sangatta.

“Harganya tidak bisa dikendalikan. Petani hanya ikut harga dari tengkulak,” katanya.

Selain itu, banyak dari hasil panen berukuran besar tidak sesuai permintaan pasar lokal. Untuk mengatasi itu, pemdes mengembangkan program diversifikasi produk, salah satunya dengan mengolah ikan menjadi abon.

“Kami latih ibu-ibu PKK dan UMKM agar bisa mengolah ikan sendiri. Ini supaya nilainya lebih tinggi,” ujarnya.

Pemdes juga tengah menyiapkan pembentukan koperasi distribusi yang akan membantu Pokdakan dalam menjangkau pasar lebih luas tanpa perantara.

“Koperasi bisa jadi alat bagi petani untuk mengakses pasar langsung, dan juga untuk menentukan harga secara lebih adil,” tambah Martin.

Selain koperasi, kerja sama dengan toko oleh-oleh dan swalayan lokal juga tengah dirintis. Martin menargetkan produk olahan seperti abon ikan bisa menjadi produk unggulan desa yang dikenal luas.

“Kalau kita bisa jual sendiri dan punya branding, hasilnya akan jauh lebih besar bagi petani,” tegasnya.

Dengan strategi ini, pemerintah desa berharap para pelaku Pokdakan bisa lebih mandiri dan tidak lagi terikat sistem distribusi tradisional yang merugikan.

“Kita ingin Loa Raya punya sistem distribusi sendiri yang dikelola oleh masyarakat desa sendiri,” pungkas Martin. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *