Tantangan Pemasaran Hasil Panen Petani Desa Segihan

0

Sekdes Segihan, Setiono Anitabhakti. *(ADV Diskominfo Kukar/nr)

Share Now

Wishindonesia.id, TENGGARONG – Petani di Desa Segihan masih menghadapi kendala dalam pemasaran hasil panen mereka. Minimnya akses ke pasar yang lebih luas serta kurangnya modal usaha menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Sekretaris Desa Segihan, Setiono Anitabhakti, menyampaikan bahwa hingga saat ini, mayoritas petani hanya mengandalkan pasar lokal untuk menjual hasil pertanian mereka.

“Kami masih kesulitan memperluas jaringan pemasaran. Petani harus menjual hasil panen mereka secara mandiri dengan keterbatasan modal dan akses distribusi,” ujar Setiono.

Saat ini, harga jual beras di tingkat petani berkisar antara Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram. Persaingan dengan produk dari daerah lain yang memiliki jaringan pemasaran lebih luas menjadi tantangan tersendiri bagi petani lokal.

Sebagai upaya mengatasi kendala ini, pemerintah desa sedang menyusun program kerja sama dengan koperasi dan pihak swasta guna memperluas distribusi hasil pertanian.

“Jika ada dukungan dalam bentuk akses pasar dan pelatihan pemasaran digital, kami yakin petani akan lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada pasar lokal,” tambah Setiono.

Pemerintah desa juga tengah merancang skema bantuan modal bagi petani guna meningkatkan daya saing mereka di pasar yang lebih luas. Harapannya, petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih stabil dan berkelanjutan dari usaha pertanian mereka.

“Kami terus berupaya mencari solusi terbaik agar petani di Desa Segihan bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutup Setiono. (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *